Jika 250 Ribu PNS Diganti Robot, Negara Hemat Hingga 43 Triliun Rupiah!

Selasa, 14 Februari 2017 16:48 Author : bruno Kategori : Others Views : 3151
 

Sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh ahli mengatakan bahwa robot dapat menggantikan tugas dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dapat menghemat keuangan negara dengan jumlah yang sangat fantastis yaitu triliunan Rupiah.

Penelitian tersebut diungkapkan oleh Reform yang mana merupakan sebuah wadah bagi pemikir layanan publik. Dari laporannya tersebut dikatakan bahwa 90 persen dari 137.000 staff administratif Whitehall di Inggris dapat digantikan oleh robot cerdas pada tahun 2030 nanti. Menurut ahli tersebut, pemangkasan yang dilakukan tersebut dapat menghemat pengeluaran negara sekitar 2,6 miliar atau setara 43,2 triliun Rupiah.

Seperti yang dilansir dari laman Telegraph (14/2/2017), di dalam laporan yang dikeluarkan tersebut mengungkapkan bahwa robot dan mesin cerdas tersebut dapat melakukan tugas 250.000 pekerja untuk sektor publik. Pekerjaan sektor publik ini meliputi 90.000 pegawai layanan kesehatan (NHS), dan 24.000 dokter. Di sana juga dikatakan bahwa 30% kegiatan perawat dapat dilakukan oleh robot secara otomatis, dan hal ini juga berlaku untuk para dokter dan spesialis tertentu.

Hal ini sendiri memiliki dasar yang nyata, dimana sebelumnya NHS juga sudah mengeluarkan pengumuman bahwa pasien nanti akan dirawat menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk meringankan tekanan pada unit kecelakaan dan darurat. Satu juta orang akan mendapatkan akses ke aplikasi tersebut secara gratis. Dengan menggunakan aplikasi itulah mereka dapat berkonsultasi secara gratis dengan robot dan menangani masalah mereka sendiri.

Kemajuan teknologi ini dinilai memang memberikan dampak positif untuk kesehatan. Selain akan menjadi lebih aman, cerdas, terjangkau, dan transparan, tentu saja ini akan benar-benar menghilangkan korupsi juga di sektor ini. Hanya saja, perusahaan-perusahaan seperti kartu kredit, asuransi, dan analis kredit tentu akan sangat dirugikan. Bisakah ini diterapkan di Indonesia?

Hot News