Nilai Tukar Mata Uang Negara Ini Lebih Rendah dibandingkan Mata Uang dalam World of Warcraft

Kamis, 10 Mei 2018 20:32 Author : Stefanus Kategori : News Views : 612
 

"World of Warcraft: Battle of Azeroth" akan diluncurkan pada Agustus 2018

 

Kalau kamu masih mengira kalau mata uang rupiah negeri sendiri itu menyedihkan, coba tengok bolivar, mata uang Venezuela deh. Sebagai perbandingan, kamu akan lebih untuk jika berinvestasi pada mata uang fiksi dalam sebuah video game online daripada bolivar. 

Gold, alias mata uang virtual dalam game online masif World of Warcraft (WoW) sekarang bernilai sekitar tujuh kali lipat dari mata uang asli dan nyata dari Venezuela, yang ekonominya tengah kacau. 

Dengan negara dari Amerika Selatan itu menderita krisis ekonomi akibat inflasi yang ekstrim, nilai dari bolivar kini jongkok habis-habisan. 

1 dollar US sekarang ini bernilai kurang lebih 68,915 bolivar, menurut kurs resmi. Namun nilai tukar tersebut turun drastis menjadi 690,854 pada kurs pertukaran pasar gelap yang digunakan orang-orang lokal. Kurs pasar gelap tersebut dianggap lebih bisa dipercaya daripada kurs resmi karena pemerintah Venezuela telah kehilangan kredibilitas di mata mayoritas orang, termasuk rakyat Venezuela sendiri. 

Lembaran bolivar, mata uang Venezuela

Sedangkan token resmi alias kredit in-game dari WoW bernilai US$20. Token juga dapat ditukarkan ke pemain lain dengan gold, dan nilai tukarnya berubah-rubah karena lelang-lelang di seluruh dunia. Menurut seorang tracker dari harga token WoW, sebuah token sekarang ini bernilai sekitar 201,707 gold virtual. 

Dengan kata lain, satu dollar US dapat ditukarkan dengan 10,085 gold di WoW. Fakta ini membuat uang virtual yang digunakan di Azeroth - dunia mistik dari game WoW - bernilai 6,8 kali lebih berharga daripada bolivar Venezuela. 

Untuk merespon kemerosotan nilai tukar mata uang bolivar, pemerintah Venezuela telah meluncurkan untuk pertama kalinya di dunia, apa yang disebut dengan "sovereign" cryptocurrency yang disebut Petro, pada Februari lalu. 

 

Sumber: CNN