TEAMnxl> Harus Puas di Posisi Empat pada LGS Spring 2017

Senin, 03 April 2017 15:16 Author : bruno Kategori : Publisher Views : 2234
 

Fortius Gaming berhasil menjadi juara pertama turnamen League of Legends Garuda Series (LGS) Spring 2017ーsetelah menumbangkan rival mereka, The Headhunters pada pertandingan final yang berlangsung di Gedung Indosat Ooredoo, Jakarta, tanggal 1 April. Ribuan Summoners (sebutan untuk pemain League of Legends di Indonesia) yang hadir di LGS Spring 2017 The Finals menjadi saksi bagi lahirnya juara baru, Fortius Gaming, di Indonesia.

 

 

Kesempatan untuk kembali menduduki tahta sebagai tim League of Legends terbaik di Indonesia sukses didapatkan Fortius Gaming. Setelah melalui 8 minggu pertandingan regular season dan babak final yang berat, akhirnya tim yang menduduki peringkat 3 di LGS Summper 2016 lalu ini berhasil mengantongi hadiah uang tunai sebesar 100 juta rupiah dari total hadiah 250 juta rupiah. Selain itu, mereka juga akan melanjutkan perjuangan mereka dengan menjadi wakil Indonesia dalam ajang Garena Premier League 2017 yang akan berlangsung di Filipina pada pertengahan April mendatang.

Tidak mudah untuk mencapai hingga ke partai final LGS Spring 2017, Fortius Gaming harus melalui beratnya pertandingan melawan sederet tim terbaik di Tanah Air. Dan demi berada di puncak klasemen sebagai satu-satunya modal untuk berlaga di babak final, ada pengorbanan besar dan kerja keras yang harus dibayar oleh Fortius. Tim yang berisikan Rofens (Kapten Tim, Support), Chupper (ADC), Meocon (Jungler), Beyond (Mid), dan Square (Top) ini melakukan latihan kerasーmereka membangun strategi baru, dan mempelajari kesalahan di masa lampau.

Fortius harus melalui laga panjang dengan 4 game saat melawan HeadHunters,pertandingan sangat sengit antar legiun asing sering terjadi di lane masing masing, KrissKyle berkali-kali menunjukkan kelasnya dalam men-snipe champion dari Fortius dan dibalas oleh Beyond dan MeoCon lewat aksi aksi brilliannya. 3-1 untuk Fortius Gaming.

“Kami menjalani banyak latihan agar bisa sampai ke sini. Latihan-latihan itu bisa berupa peningkatan kemampuan bermain selama 12 jam per harinya secara individu maupun secara tim. Selain itu, untuk menciptakan komunikasi yang baik di dalam game, kami harus saling menahan ego dan saling mengalah. ” Ujar Kayle “Rofens” William, kapten dari Fortius Gaming.

TEAMnxl> harus puas di posisi ke empat

 


Di luar dari pertandingan antara Fortius Gaming dan Headhunters di babak final, LGS Spring 2017 The Finals turut dimeriahkan oleh satu lagi pertandingan yang juga tak kalah sengit, dimana TEAMnxl> berhadapan dengan Phoenix Esports di perebutan Juara Ketiga LGS Spring 2017. Berbekal pertemuan sebelumnya di babak penyisihan, kedua tim tentu sudah bisa membaca dan memprediksi permainan dan strategi masing masing. Phoenix Esports yang dimotori oleh Binx dan Phoenix akan berhadapan dengan Teamnxl dengan duo Sutanto yaitu Ruben dan Whynuts sebagai Twin Tower nya.

Lineup TEAMnxl> masih berisi Ruben, Andre, Whynuts, Vinsanity, dan Oceans11 sementara Phoenix juga sama masih mempertahankan lineupnya dengan Gov, Santana, Binx, Phoenix dan Inspire pada perebutan Juara Ketiga kali ini. Game dimenangkan oleh Phoenix Esports dengan skor 2-0, dimana Gov dan Inspire laik diberikan gelar Man Of The Match dengan serangkaian kombo apiknya selama permainan berlangsung. Meskipun sempat memberikan asa di game kedua, TEAMnxl> kembali harus mengakui strategi jitu anak anak Phoenix Esports.

Game pertama TEAMnxl> tidak diberi jatah satu turret pun oleh Phoenix Esports meskipun baku hantam di botlane sering terjadi dan banyak terjadi trade damage serta kill disana, penonton disajikan pula duel duel menarik antara Andre, Ruben, Vinsanity melawan Inspire, Phoenix, dan Gov mewarnai hampir semua momentum di game pertama, sebelum ditutup oleh Phoenix Esports di menit ke 30.

Game kedua kedua tim tetap bermain lepas, Whynuts pun menggunakan Oriana yang merupakan Chmapion andalannya. Game ini diwarnai dengan killing spree dari Ruben dan aksi luar biasa Gov, permainan sangat seru dari kedua tim membuat penonton yang memadati Hall lt 4 Gedung Indosat tak henti berteriak. Setelah 2 kali Ace dicetak oleh Phoenix Esports, TEAMnxl> yang sebelumnya hampir terbang untuk comeback lewat triple kill di botlane dan merampas Dragon dari sarangnya sayangnya harus mengakui keunggulan dari Phoenix Esports untuk merebut Juara ke 3 LGS Spring 2017. Kedua tim menunjukkan performa yang luar biasa dan mari kita berharap pertarungan yang lebih seru di LGS Summer mendatang.

“LGS musim ini merupakan salah satu pendekatan kami untuk membawa esports ke tahap yang lebih profesional, dengan adanya tunjangan serta jadwal kompetisi yang lebih padat untuk memberikan hiburan yang rutin kepada para penikmat League of Legends di Indonesia. Ke depan, kami akan terus mencoba menyajikan paket komplit kompetisi esports yang dapat diikuti dan dinikmati oleh para penikmat esports, baik yang casual maupun garis keras.” Ujar Tribekti Nasima selaku Project Manager dari Esports League of Legends Indonesia.

Hot News